Single Vendor Vs Multi Vendor
Pada saat perkuliahan Pak Budi Rahardjo yang membahas tentang vendor, saya langsung teringat pengalaman saya ketika saya bekerja di salah satu operator telekomunikasi pada tahun 2000-2001.
Pada saat perkuliahan, beliau (Budi Rahardjo) meminta kami, para mahasiswa beliau untuk memberikan komentar tentang manakah yang lebih baik, single vendor atau multi vendor. Berdasarkan pengalaman saya bekerja, saya cenderung memilih single vendor. Karena saat itu perusahaan tempat saya bekerja menggunakan produk Siemens sebagai perangkat switching, Ericcson untuk perangkat BTS dan berbagai macam merek Jepang dan Eropa (saya lupa mereknya) untuk perangkat transmisi yang menggunakan teknologi microwave.
Pada saat saya bekerja sebagai field operation staff , saya tidak begitu mengalami kesulitan yang cukup berarti dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan untuk perangkat BTS. Hal ini disebabkan perangkat yang harus saya hadapi tidak beragam. Walaupun ada beberapa prosedur pemeliharaan dan perbaikan yang cukup sulit, tidak terlalu lam saya untuk mengatasinya karena pelatihan yang diberikan oleh perusahaan kepada saya cukup konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kapabilitas saya. Perangkat BTS yang hanya berlabel Ericsson memudahkan saya untuk mempelajari karakteristik dan prosedurnya. Walaupun saat itu saya hanya bisa melakukan pemeliharaan pada satu label saja, tidak seperti teman-teman saya yang bekerja di operator lain bisa mengoprasikan dan memelihara perangkat BTS dari bebarapa label, saya cukup puas dengan satu label saja. Karena pada saat saya menemui kerusakan atau malfunction pada perangkat BTS, saya bisa menyelesaikan dengan baik, walaupun tidak dengan waktu yang cepat. Menurut Bapak H. Nurhadi, Bang Alderis dan Bang Guntur, senior saya pada waktu itu, pengalaman yang bisa memperlancar kita dalam bekerja. Berbeda dengan rekan saya yang bekerja dioperator lain, bisa dikatakan mengganti perangkat yang rusak dengan perangkat yang baru saja tanpa mencari secara pasti penyebab kerusakannya.
Memang pada fase belajar sebaiknya kita mengetahui semua jenis perangkat. Tapi menjadi spesialis bukanlah hal yang buruk.
Ini pengalaman saya tentang single vendor atau multi vendor. Ini hanya secuil cerita yang mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca ataupun sebaliknya.
Itu semua kembali ke pembaca sendiri.